Sejarah Desa
Triana Firdaningrum 17 Januari 2018 08:46:37 WIB
Sejarah Desa Burno
BURNO adalah kata yang berasal dari bahasa sangseketa dengan pisahan kata menjadi dua suku kata BUR – NO yang mempunyai kandungan arti Tanah Subur Tanduran Ono, kata itu di ungkapkan oleh nenek moyang masyarakat Burno yang bernama embah KARMINTEN (orang pertama pembuka hutan belantara) beliau mendirikan pondok kecil tempat peristirahatan, yang pada ahirnya di ikuti oleh sanak saudaranya untuk mengelola hutan tersebut.
Waktupun tidak terasa dari hari kehari, dari bulan kebulan, dan dari tahun ketahun semakin bertambah dan banyak orang untuk ikut membuka hutan tersebut untuk dijadikan lahan pertanian. Dari hubungan ketuk tular mengatakan kepada orang lain : Mari datang ke BURNO yang dalam bahasa jawa artinya TANAE SUBUR SEMBARANG ONO. Dan pada sa`at itu hutan yang semula hutan belantara di beri nama BURNO pada tahun 1918 pada masa penjajahan belanda, yang ahirnya menjadi sebuah desa yaitu DESA BURNO.
Adapun Petinggi Rakyat (Kepala Desa) yang pertama kali adalah KARTOJO, mulai tahun 1918 sampai tahun 1921 yang di peralihkan pimpinan kepada WIRYOREJO, dan Kartojo menjadi Antek – antek Belanda pada masa itu.
WIRYO REJO menjabat menjadi Petinggi pada tahun 1921 – 1928. Kemudian beliau meninggal dunia dan pimpinan rakyak diserahkan kepada SOEKIR NOTO LAKSONO, karena beliau berpihak pada perjuangan rakyat sehingga pada tahun 1948 di tembak mati oleh belanda.
Pada tahun 1948 – 1950 terjadi kekosongan pimpinan dan pada tahun 1951 terjadi krisis pangan yang di duduki pimpinan sementara R.DENTO sampai dengan tahun 1952. Kemudian pada tahun 1952 rakyat menghendaki pilihan langsung yang pemenang suara terbanyak adalah TENGKONO. Beliau orang yang paling lama menjabat sebagai Kepala Desa mulai tahun 1953 – 1981 ( 28 tahun). Kemudian pada tahun 1981 – 1986 kepala desa di jabat oleh KETANG KERTORAHARJO selama (6 tahun). Kemudian dilanjutkan oleh NGATALIP pada tahun 1986 – 2003 (17 tahun). Pada tahun 2003 – 2007 kepala desa di jabat oleh SAMPURNO selam (5 tahun), dan dari tahun 2007 – 2013 kepala desa di duduki oleh SUTONDO, kemudian pada tahun 2013 akhir pesta demokrasi dilaksanakan secara serentak yang dimenangkan oleh SAMPURNO dengan masa jabatan 6 tahun dari tahun 2013 – 2019.
Dokumen Lampiran : Sejarah Desa
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Kegiatan Monitoring dan Evaluasi LPPDes Tahun 2025 dan APBDesa Tahun 2026
- Musyawarah Desa Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) BUMDesa Anoman Tahun 2025 Desa Burno
- Musyawarah Desa Laporan Pertanggung jawaban (LPJ) BUMDesa Anoman Tahun 2025 Desa Burno
- Pengantaran Warga Krajan 02 Desa Burno ke Puskesmas dalam Kondisi Darurat
- Penjemputan Warga Dusun Gondang Desa Burno, Persalinan di RS Bhayangkara
- Kerja Bakti Masyarakat di Masjid Darur Rohman Dusun Gondang , Persiapan sholat idul fitri
- Kegiatan Pembersihan Area Makam Dusun Karanganyar Menjelang Lebaran












